December 5, 2020

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Wijen

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Wijen – Sesamun indicum atau biasa anda kenal dengan sebutan wijen adalah salah satu bahan makanan yang saat ini cukup sering anda jumpai dengan mudah dimana – mana baik itu sebagai toping pada kue basah onde – onde ataupun taburan akhir pada roti burger hingga minyak goreng yang digunakan untuk memasak. Namun apakah anda mengetahui seperti apakah tanaman wijen yang dimaksudkan ? Berikut akan kami kenalkan kepada anda tentang fakta dari tanaman wijen ini.

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Wijen
Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Wijen

Tanaman wijen tumbuh dengan baik pada daerah tropis dengan ketinggian rata – rata sekitar 1200 s/d 1600 meter di atas permukaan laut yang mana tanaman ini membutuhkan temperatur udara yang cukup tinggi selama masa perkembangbiakannya yaitu berkisar antara 25 s/d 35 derajat C namun kurang tahan terhadap kondisi kering. Di Indonesia tanaman wijen dibudidayakan di daerah Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, NTB, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Lampung.

Baca Juga : Morfologi Buah Tin

Tanaman wijen atau sesamum indicum l syn sesamum orientalis l adalah semak semusim yang termasuk dalam family pedaliaceae. Tanaman ini dibudidayakan sebagai salah satu sumber minyak nabati yang dikenal sebagai minyak wijen diperoleh dari ekstraksi biji – biji wijen. Kawasan Afrika diduga merupakan daerah pertama kali asal mula tanaman ini lalu untuk selanjutnya berkembang ke daerah timur hingga ke India dan Tiongkok. Di Afrika Barat ditemukan kerabat dekat dari tanaman wijen yang memiliki nama latin yaitu s ratiatum schumach dan s alabum thom dimanfaatkan sebagai lalapan mentah yang rasanya agak pahit dan jika dimakan terlalu banyak bisa beracun karena mengandung saponin maka dari itu lebih banyak diolah menjadi minyak (dari berbagai sumber berita).

Produk utama dari tanaman wijen tersebut di atas adalah biji – bijinya yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pelezat makanan dan menambah cita rasa dari suatu makanan karena aroma yang dikeluarkan oleh biji – biji wijen sangat khas yaitu gurih.

Sedangkan minyak wijen (dari ekstraksi biji wijen) banyak bermanfaat sebagai tambahan pelezat saos salad, minyak goreng, dan beragam tambahan pelezat makanan pada banyak negara di Asia. Di India, minyak wijen digunakan sebagai obat tradisional merujuk kepada ayurvedic diterapkan dalam pemijatan dan dipercaya dapat menghilangkan panas dan demam dari tubuh anda. Sedangkan dalam bidang industri, minyak wijen dimanfaatkan sebagai pelarut senyawa obat, minyak pelembab kosmetik dan lain sebagainya.

Kandungan Dalam Minyak Wijen  

Biji – biji minyak wijen mengandung sekitar 50 s/d 53 persen minyak nabati, 20 persen protein, 7 s/d 8 persen serat kasar, 15 persen residu bebas nitrogen, dan 5 s/d 7 persen abu. Minyak biji wijen kaya akan kandungan asam lemak tak jenuh khususnya asam oleat (C18:1) dan asam linoleat (C18:2, Omega – 6), 8 s/d 10 persen asam lemak jenuh dan sama sekali tidak mengandung asam linolenat. Minyak biji wijen kaya akan kandungan vitamin E dengan ampas biji wijen setelah diekstark minyaknya dapat digunakan menjadi sumber protein dalam pakan ternak.

Cara Memanen

Konon kabarnya tanaman wijen ini merupakan salah satu tanaman tertua yang pernah dibudidayakan oleh manusia yaitu sejak 4000 tahun lalu di Babylonia dan Assyria. Untuk memanen biji – biji wijen ini sebelumnya anda harus mengeringkan terlebih dahulu buah wijen yang sudah matang, saat proses pengeringan buah wijen inilah maka bagian kulitnya akan terbuka dan bijinya mulai terlihat. Selanjutnya anda tinggal menggoyang – goyangkan buah yang sudah kering tersebut guna mengeluarkan bijinya.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman wijen semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Baca Juga : Klasifikasi jambu biji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *